Sedari Dini Anak-Anak Harus Dikenalkan Apa Itu Gagal Ginjal Dan Cara Mencegahnya?

Kemarin, 15 Maret 2018, anak-anak SMPN 123 Kelapa Gading Kelas 7, tidak penuh belajar. Sekitar setengah sepuluh pagi, sang kepala sekolah meminta mereka turun untuk berkumpul di Masjid sekolah mereka. Ada sekitar 150 orang berebutan masuk, dan tentu saja menimbulkan suara gaduh.

Tak berapa lama, sang wakil kepala sekolah, yang juga seorang pasien cuci darah, Pak Jeda, mencoba menenangkan para siswa. Seketika suasana sunyi, dan mulailah sang bapak itu berbicara.

“Hari ini kita kedatangan tamu dari Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI). Mereka akan berbagi ilmu tentang pola hidup sehat. Anak-anak sudah tahu kan kalau di sekolah kita ada empat guru yang cuci darah? Bahkan satu sudah mendahului kita semua. Bapak ingin anak-anak belajar tentang hal ini agar terhindar dari penyakit gagal ginjal,” serunya.

Adalah Alfrida Tandilino, guru kimia di SMP ini, yang juga seorang pasien gagal ginjal. Bu Al, begitu kami memanggilnya adalah Bendahara Umum KPCDI, yang mengusulkan agar perayaan Hari Ginjal Sedunia dengan cara berceramah di sekolahnya.

Walau dia pasien cuci darah, Bu Al tetap bertahan mengajar. Katanya suatu hari, dia terlalu mencintai anak didiknya. “Berat rasanya meninggalkan mereka. Inilah hidupku, harus selalu dekat dengan para murid,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir mengatakan sejak dini para siswa harus memahami fungsi ginjal dalam tubuhnya. “Gagal ginjal pada anak remaja semakin tahun semakin meningkat. Di RSCM saja ada lebih dari 50 anak yang melakukan dialisis di sana,” ujarnya.

Dalam sesi ceramah, panitia mengundang seorang Konsulen Ginjal Anak RSCM, dr. Cahyani Gita Ambarsari, Sp.A (K). Dia bertugas mengajar di RSCM. Dokter yang masih terlihat muda ini begitu apik berbicara kepada para murid-murid yang masih ABG (Anak Baru Gede) dengan bahasa sederhana, terkadang dengan mimik lucu menjelaskan fungsi ginjal dan bagaimana menjaga agar ginjal tetap sehat.

“Penyakit gagal ginjal itu tidak bisa disembuhkan dan tanpa gejala awal. Kalau sudah terkena, bisa menghambat cita -cita hidup adik-adik,” ujar Cahyani.

“Ginjal berfungsi membuang urin dan menyaring darah. Kalau ginjal kita tidak berfungsi apa yang kita minum tidak bisa dikeluarkan melalui proses pembuangan urin. Dan juga apa yang kita makan akan menjadi racun dalam tubuh karena ginjal sudah tidak bisa menyaring darah. Sehingga si pasien harus melakukan dialisis (cuci darah). Fungsi lainnya, ginjal komponen penting pembentuk sel darah merah,” ujar dia.

“Saya kecewa dengan gaya hidup anak remaja sekarang yang suka mengkonsumsi makanan dan minuman tidak sehat. Suka makanan cepat saji, menghindari buah dan sayuran. Kurang minum air putih tapi mengkonsumsi minuman berwarna dan berpengawet. Sudah merokok sejak remaja dan kurang berolah raga,” sesal dia.

“Olahraga teratur, konsumsi makanan yang bergizi, periksa teratur tekanan darah, konsumsi makanan sehat untuk menjaga berat badan normal, minum air putih yang cukup atau delapan gelas sehari, jangan merokok dan jangan minum obat sembarangan tanpa resep dokter agar terhindar dari penyakit ginjal,” harap dia.

Di akhir ceramah, ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada para peserta. Yang bisa menjawab mendapat hadiah. Lima pertanyaan seputar ginjal dapat dijawab mereka. Tanda para peserta lumayan memahami. Aku terharu, karena generasi kami yang sekarang menjadi pasien cuci darah, waktu itu tidak memahami penyebab gagal ginjal dan cara mencegahnya. Tak ada lembaga baik pemerintah dan non pemerintah yang mengkampanyekan hal tersebut. Kebanyakan dari kami tahu-tahu drop dan disuruh cuci darah.

Kami yang bergabung di KPCDI menyadari bahwa hidup kami ditolong oleh orang sehat. Bukannya uang BPJS itu terkumpul itu dari premi yang dibayar anggota. Karena banyak orang sehat maka tersedia cukup dana untuk membiayai cuci darah kami.

Gotong-royong, begitulah konsepnya. Yang sehat membantu yang sakit. Karena kami tertolong, kami ingin membalasnya. Paling tidak kami ingin mengatakan kepada publik apa penyebab gagal ginjal dan bagaimana mencegahnya. Cukup kami saja yang mengalaminya. Kami tidak ingin setiap tahun bertambah yang terkena gagal ginjal.

Dan tepat hari ini, usia kami genap tiga tahun. Kami rayakan dengan sederhana dengan tiup lilin. Kami cukup terharu karena spontan para siswa menyanyikan lagu ulang tahun. Mereka juga antusias berfoto bersama dengan membentangkan spanduk ucapan ultah ke 3 KPCDI.

Bila kami yang secara fisik ini lemah, tapi bisa berbagi dengan yang lain, rasanya kami bahagia. Hidup kami ternyata berguna bagi orang lain. Ini adalah energi bagi kami untuk tetap melanjutkan kehidupan ini.

 

Ditulis oleh Peter Hari (Sekjen KPCDI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar