Loading...
KesehatanNews

Waspadai Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK) harus mewaspadai anemia. Hemoglobin (HB) yang rendah menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Bila anemia tidak diatasi, semakin lama jantung akan membengkak. Dan ini bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung,” Ujar dr. Yacob Alexander, SpPD

Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Permata Depok ini, memberi ilustrasi ibarat orang sering latihan fitnes maka otot-ototnya akan membesar. Demikian juga jantung, jika memompa darah lebih keras dikarenakan sel darah merah yang kurang, lama kelamaan juga akan membesar. Katanya, bisa sampai mengakibatkan gagal jantung karena komplikasi anemia yang panjang pada penderita Gagal Ginjal Kronik (GGK).

Pernyataan dokter yang masih muda itu disampaikan dihadapan 150 orang yang sebagian besar pasien GGK, dengan gangguan tekanan darah tinggi dan diabetes. Para pasien itu menghadiri seminar awam dengan tema “Waspadai Gejala Anemia Pada Pasien Ginjal”, yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Permata Depok, Sabtu (27/1/2018).

Tingkat kematian tertinggi pada pasien gagal ginjal disebabkan oleh kardiovaskuler. Salah satu penyebabnya adalah karena anemia. Pada pasien GGK, karena fungsi ginjalnya telah menurun sehingga menyebabkan ketidakmampuan memproduksi hormon erytropoitien. “Hormon inilah komponen penting dalam tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Inilah yang menyebabkan pasien Gagal Ginjal Kronik HB-nya bisa rendah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bila HB rendah akan muncul gejala-gejala seperti tubuh mengalami kelelahan, jantung berdebar-debar, terjadi gangguan kognitif seperti susah konsentrasi dan gangguan seksualitas.

Ia pun menyarankan agar pasien gagal ginjal selalu memeriksakan HB-nya minimal 1 bulan sekali dan melakukan perbaikan bila rendah. “Memberi suntikan hormon erytropoitien secara rutin bisa membantu meningkatkan HB. Tapi, harus didahului dengan memeriksakan kadar zat besi dalam tubuh. Bila rendah, harus ditingkatkan. Makan makanan yang cukup bergizi, terutama asupan protein. Jangan lupa minum asam folat dan vitamin B12,” pungkasnya.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's choice
Skip to toolbar