Kolesterol dan Penyakit Ginjal Kronik

Kolesterol adalah zat mirip lemak yang ditemukan di dalam darah. Tubuh bisa membuat kolesterol sekaligus mendapatkannya dari makanan berupa daging dan produk makanan hewan lainnya

Mengapa menjaga kolesterol penting

Terlalu banyak kolesterol bisa terbentuk di pembulu darah. Penumpukan ini bisa mempersempit pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan, mencegah darah masuk ke area tertentu di tubuh. Bila itu terjadi di pembuluh darah jantung, bisa menyebabkan serangan jantung. Penyempitan pada pembuluh jantung, disebut juga dengan penyakit jantung koroner

Pada orang dengan penyakit ginjal kronis, penyakit jantung sangat umum terjadi. Disarankan agar penderita penyakit ginjal kronis untuk rutin dalam setahun sekali memeriksakan kadar kolesterolnya. Bila terjadi sesuatu, dokter akan lebih sering menyarankan untuk rutin memeriksakan kadar koleterol .

Test apa yang digunakan untuk mengukur kolesterol.

Low Density Liporotein (LDL) atau kolesterol lipoprotein berkepadatan rendah. Juga dikenal sebagai kolesterol jahat adalah tes kolesterol utama yang digunakan untuk mendeteksi awal dari penyakit jantung. Tes laboratorium lain yang biasanya juga dipakai untuk mendeteksi adalah HDL (disebut juga koleterol baik), trigliserida dan kolesterol total. Karena tes ini dipengaruhi oleh makanan , disarankan agar tidak makan (puasa) 9 sampai 12 jam sebelum tes laboratorium dilakukan

Nilai laboratorium kolesterol berbeda untuk orang dewasa dengan anak-anak. Rentang laboratorium yang tertera di bawah ini untuk dipakai orang dewasa, dan tidak boleh digunakan untuk anak-anak. Orang dengan kolesterol LDL yang baik, kolesterol HDL yang tinggi dan trigliserida normal cenderung tidak memiliki penyakit ginjal.

Apa Saja item lain yang digunakan untuk mengukur resiko penyakit jantung

Selain kadar kolesterol LDL tinggi, risiko penyakit jantung bisa meningkat dengan beberapa faktor resiko berikut:

a. Merokok
b. Kegemukan
c. Gula darah yang tinggi
d. Kolesterol HDL yang rendah
e. Usia (Pria >45 tahun, Wanita > 55 tahun)
f. Tekanan darah tinggi
g. Diabetes Melitus
h. Riwayat penyakit jantung
i. Penyakit penyempitan pembuluh darah

Orang dengan penyakit ginjal kronis kemungkinan besar memiliki beberapa faktor resiko yang menyebabkan penyakit jantung:

a. Asupan kalsium yang berlebihan yang berasal dari diet ataupun obat-obatan
b. Kadar fosfor dalam darah tinggi
c. Kadar hormon paratiroid yang tinggi
d. Kadar homosistein yang tinggi
e. Peradangan di seluruh tubuh

Orang yang secara fisik tidak aktif (jarang berolahraga) atau yang makan makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol juga beresiko terkena penyakit jantung

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko penyakit jantung?

1. Perubahan gaya hidup

Tingkatkan aktivitas fisik hingga 30 menit setiap hari. Hal ini akan membantu:

a. Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
b. Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)
c. Menurunkan tekanan darah
d. Membantu menurunkan kadar gula yang tinggi pada darah (bagi yang terkena diabetes)
e. Memperbaiki fungsi jantung

2. Mendapatkan dan mempertahankan berat badan yang sehat

3. Tidak merokok

4. Tidak meminum minuman alkohol

5. Perubahan cara diet ;

a. Pilihlah makanan yang rendah lemak jenuh dan kolesterol
b. Turunkan penggunaan asam lemak dan kolesterol dalam makanan
c. Tingkatkan konsumsi makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan

Pengobatan untuk faktor Resiko Lain

1. Kontrol hipertensi dan diabetes
2. Pengobatan ini bisa meliputi pengobatan, perubahan diet dan peningkatan aktivitas fisik
3. Konsultasikan ke dokter atau ahli diet anda, agar dapat membantu anda untuk perubahan gaya hidup yang terbaik

Tips Untuk mengurangi Lemak dan Kolesterol dalam menu Diet

1. Pilih daging tanpa lemak, daging unggas ataupun ikan untuk di konsumsi.
2. Potong semua lemak yang terlihat dari daging dan lepaskan kulit bila akan mengkonsumsi daging unggas
3. Gunakan metode penguapan, panggang untuk mengurangi lemak yang terdapat di dalam lemak.
4. Pilih buah dan sayuran segar
5. Gunakan bumbu dan rempah-rempah saat memasak. Hindari penggunaan saus, mentega atau margarin
6. Bisa menambahkan anggur, lemon atau pun cuka untuk memberi rasa dengan lemak dan kalori yang terbatas
7. Gunakan jelly, madu, atau sirup bukan mentega atau margarin di hidangan roti bakar, wafel, pancake atau muffin
8. Batasi produk makanan yang terbuat dari kelapa , inti sawit, minyak sawit, lemak babi dan mentega kelapa.
9. Baca label pada makanan dan minuman yang anda beli. Jangan disesatkan oleh makanan yang bebas kolesterol namun mengandung sejumlah besar lemak jenuh.

Sumber :
Terjemahan : “Cholesterol and Chronic Kidney Disease” by National Kidney Foundation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *