Ini Dia Hasil Mediasi Antara Pengurus KPCDI Dengan Klinik Perisai Husada

“Kami akan berubah dan melakukan perbaikan lagi demi kualitas layanan hemodialisa. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan KPCDI yang telah berkenan melakukan mediasi untuk menyelesaikan persoalan ini.”

Demikian pernyataan dr. Faisal, Direktur Klinik Perisai Husada Bandung, di hadapan BPJS Kesehatan Cabang Bandung dan Pengurus KPCDI, Jumat (7/7/2017). Pernyataan itu disampaikan dalam acara forum mediasi yang di inisiasi oleh BPJS Kesehatan Cabang Kota Bandung, membahas surat aduan KPCDI Cabang Bandung atas adanya cost sharing untuk ruangan hemodialisa di Klinik Perisai Husada.

“Penyelenggara layanan hemodialisa tidak boleh menerapkan biaya tambahan karena semua sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan. Regulasi kelas kamar hanya mengatur Rumah Sakit Tipe A,B dan C, untuk membuka ruang VIP, sedangkan untuk klinik atau tipe D tidak diatur,” ujar dr. Rudi, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, BPJS Kesehatan Cabang Bandung.

Sedangkan Tony Samosir, Ketua KPCDI mengatakan bahwa mempunyai bukti adanya pungutan untuk tarif kamar sebesar Rp 125 ribu rupiah per pasien,” Kalau satu ruangan diisi 11 orang jelas itu kreterianya bukan VIP dan tidak boleh ada tambahan tarif,” tegasnya.

Dalam forum itu dicapai kata sepakat persoalan yang diadukan KPCDI telah selesai, dan Klinik Perisai Husada berjanji akan memperbaiki kualitas layanan.

Sebelumnya, dalam bulan April 2017, KPCDI Cabang Bandung, yang diketuai oleh Chiendy Setiawan, telah mengirim surat dimana salah satunya  kepada BPJS Kesehatan Cabang Kota Bandung dan Dinas Kesehatan Bandung beserta lembaga terkait, perihal tentang cost sharing kamar, biaya obat-obatan, biaya tindakan medis, di Klinik Perisai Husada, Bandung.⁠⁠⁠⁠ (Bandung, 7/7/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar