Loading...
Transplantasi Ginjal

Bagaimana Tatalaksana Transplantasi Ginjal?

Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal merupakan langkah medis yang dipakai untuk menangani kondisi ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Jika Anda menderita gagal ginjal tahap akhir, transplantasi ginjal dapat menjadi pilihan pengobatan yang memungkinkan Anda untuk hidup seperti dulu sebelum menderita gagal ginjal.

Transplantasi juga mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan hemodialisis dan peritoneal dialisis. Pertama, angka harapan hidup untuk pasien transplantasi ginjal lebih tinggi daripada pasien dengan hemodialisis atau peritoneal dialisis. Untuk segi ekonomi, biaya pengobatan secara akumulatif juga lebih murah karena proses transplantasi hanya dilakukan sekali.

Saat ini, 90 persen, BPJS Kesehatan telah menanggung biaya transplantasi ginjal baik untuk pendonor maupun penerima ginjal. Tidak hanya itu saja, biaya pemeriksaan sebelum dilakukan operasi (pra transplantasi) untuk pendonor dan penerima ginjal juga ditanggung, bahkan sampai masa perawatan setelah pasca operasi (post transplant), termasuk obat-obatan dan laboratorium.

Komunitas Pasien Cuci darah Indonesia (KPCDI) telah merangkum langkah-langkah yang harus dilakukan saat Anda memutuskan untuk mengambil tindakan transplantasi ginjal, yaitu;

1.Persiapkan Donor

Dalam melakukan tindakan transplantasi ginjal, Anda harus mempersiapkan calon donor. Donor bisa diperoleh lewat hubungan biologis dan emosional, teman se-kerja/sekolah/se-ibadah/sahabat dan lain sebagainnya, selama tidak melakukan transaksi jual beli organ.

Lebih lanjut, Anda harus membicarakan rencana transplantasi ke dokter spesialis ginjal hipertensi (KGH), riwayat penyakit dan lain sebagainya. Setelah itu, dokter akan membuat serangkaian tes sederhana yang harus dilakukan untuk mereview apakah calon donor dan penerima ginjal layak melakukan tindakan pencangkokkan.

2. Advokasi Forensik dan Psikiatri

Tim advokasi yang berisi sejumlah dokter psikiatri ini akan mewawancarai calon donor untuk mengidentifikasi tingkat kedewasaan dan memastikan tidak ada pelanggaran tindak pidana dalam tindakan transplantasi ginjal. Tim tersebut akan memeriksa emosi, intelektual, dan kognitif donor. Tim mencari tahu kemampuan donor dalam mengambil keputusan bagi dirinya sendiri dan memastikannya bebas dari tekanan. Syarat minimal usia adalah 18 tahun dan dewasa serta bisa mengambil keputusan sendiri tanpa ada unsur  paksaan. Anda harus mendapatkan “lampu hijau” oleh tim Advokasi tersebut, agar bisa melanjutkan tahap pemeriksaan berikutnya.

3. Melakukan pemeriksaan donor dan penerima

Pemeriksaan donor dan penerima adalah sebuah proses tindakan yang penting secara menyeluruh untuk mengetahui apakah Anda layak untuk dilakukan pencangkokkan. Indentifikasi penyakit dan gangguan lainnya adalah penting demi suksesnya tindakan transplantasi. Tim transplantasi yang berisi dokter spesialis dari berbagai keahlian akan memeriksa kesehatan donor dan penerima.

Berikut ini langkah-langkah dan jenis pemeriksaannya:

a. Pemeriksaan darah lengkap termasuk immunologi serologi (donor dan penerima)
b. Pemeriksaan fungsi ginjal (donor)
c. Pemeriksaan melalui USG dan Radiologi, seperti; Paru, Jantung (EKG, Echo), Hati, dan abdomen lainnya (donor dan penerima)
d. Pemeriksaan dengan endoskopi (penerima)
e. Pemeriksaan kecocokan HLA dan Crossmatch (donor dan penerima)
f. Pemeriksaan CT angiografi abdomen (donor dan penerima)
g. Pemeriksaan mata (penerima)
h. Pemeriksaan gigi (penerima)
i. Pemeriksaan THT (penerima)

Setelah semua pemeriksaan selesai, maka tim transplantasi ginjal akan melakukan rapat internal untuk menentukan apakah Donor dan Anda layak dilakukan tindakan transplantasi ginjal. Jika layak, maka dokter penanggung jawab transplantasi akan membuat surat pengantar dan rekomendasi ke bagian administrasi transplantasi ginjal, agar tindakan operasi dapat dijadwalkan.

 

*CATATAN
1. Biaya yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah Pemerikasaan HLA (Human Leukocyte Antigen) dan crossmatch. Hal ini dikarenakan, Kementerian Kesehatan (KEMENKES) belum menyediakan alat tersebut di Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Pusat Transplantasi Ginjal di Indonesia.

2. Bagi yang ingin menggunakan Jaminan BPJS Kesehatan, Anda dapat meminta surat keterangan sebagai pendonor yang ditandatangani oleh penanggung jawab tim transplantasi ginjal di Rumah Sakit tersebut, agar biaya pemeriksaan pra dan pasca transplantasi (Donor+Penerima) dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan seluruhnya.

 

(updated, 5 Januari 2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's choice
Skip to toolbar