Loading...
Siaran Pers

Mengancam Keselamatan Jiwa Pasien, KPCDI Layangkan Surat Protes

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia mengecam kebijakan salah satu Rumah Sakit di Semarang, yang meniadakan tindakan hemodialisa kepada pasien cuci darah setiap ada hari libur Nasional, tanpa ada pergantian jadwal baik sebelum dan sesudah hari libur tersebut.

“Tindakan ini sangat mengancam keselamatan pasien, dimana mereka hanya melakukan tindakan hemodialisis 1 kali seminggu, yang seharusnya terjadwal 2 kali seminggu, ” ujar Tony Samosir, Ketua KPCDI melalui pernyataan sikap yang disampaikan kepada media, hari Selasa (11/04/17).

Lebih jauh lagi, Tony mengatakan dalam aturannya, tindakan hemodialisis harus dilakukan minimal 2 kali seminggu atau 10 jam per minggu, seperti tertuang dalam Konsensus PERNEFRI 2003.

Atas kebijakan tersebut, Pengurus Pusat KPCDI mengirim surat untuk meminta Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan terkait, untuk memberikan teguran dan sanksi tegas atas segala tindakan yang dapat mengancam keselamatan jiwa pasien.

Surat yang ditanda tangani Tony Samosir dan Petrus Hariyanto, Ketua Umum dan Sekjen, sudah dikirim hari Senin kemarin, (10/4/2017). “Surat kami kirim via pos, ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Koordinator Wilayah Pernefri di Semarang. Sedangkan lampiran kami tujukan kepada beberapa instansi yang berwenang, salah satunya Komisi D DPRD II , Kota Semarang,” tandasnya.

Pengurus Pusat
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI)

Ketua Umum: Tony Samosir (081380502058)
Sekjen: Petrus Hariyanto (081310639319)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's choice
Skip to toolbar