Hidup Sehat Untuk Ginjal Sehat, Sebuah Seruan Dari Pasien Cuci Darah

Pagi di Minggu tanggal 12 Maret 2017, kala sinar mentari masih ragu menerangi kota Jakarta, puluhan orang berkaos KPCDI bergerombol di Stasiun Sudirman. Mereka selangkah lagi memasuki areal Car Free Day (CFD) disekitar Patung Soedirman Jakarta untuk merayakan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day/WKD).

Lantas mereka bergabung bersama dengan temannya yang menaiki mobil pribadi, yang sudah tiba terlebih dahulu. Kemudian mereka antri untuk mendapat kaos dari panitia penyelenggara. PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) yang menggelar hajatan tahunan ini,  sebagai ajang untuk mengingatkan publik bagaimana mencegah penyakit ginjal. Tema tahun ini di seluruh dunia “Penyakit Ginjal dan Obesitas”.

“Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia mendukung dan berpartisipasi dalam acara ini. Siangnya kami juga menggelar acara World Kidney Day (WKD) sendiri dengan menggandeng Fresenius Medical Care,” ujar Tony Samosir Ketua KPCDI.

Perayaan WKD bersifat edukatif. Ada senam, fun walk, talk show, pemeriksaan kesehatan gratis. Sengaja di areal CFD agar pesan hidup sehat untuk ginjal sehat langsung diterima orang banyak. Lebih 90 persen masyarakat Indonesia tidak mengetahui penyebab orang harus melakukan cuci darah.

“Kami tidak mau disebut penderita gagal ginjal. Kami penyandang gagal ginjal. Kami tidak menderita, Kami masih bersemangat menjalani hidup,” ujar Obama Hanur ketika bersaksi di panggung acara tersebut.

Obaja pasien cuci darah berumur 23 tahun. Dia datang jauh dari Jepara, Jawa Tengah. Obaja tidak sendiri, Ada Farrel yang masih anak-anak berasal dari Salatiga. Atau Pak Hasan yang terbang dari Ketapang, Kalimantan Barat. Bahkan ada yang dari Malang, Ngawi, mereka dengan senang hati datang ke Jakarta untuk merayakan WKD

Seminar untuk Awam

Wajah mereka wajah lelah karena tiga jam lebih berada di areal CFD. Bagi Kami pasien cuci darah sebisa mungkin menghindari terpaan sinar Matahari langsung dalam jangka waktu yang lama. ini upaya kami agar tidak haus, karena minum kami dibatasi. Waktu tiga jam dan perjalanan menuju jalan Ampera,  lumayan menguras energi Kami. Dengan Hemogelobin (HB) di bawah angka rata -rata 10 , maka Kami berbeda dengan orang sehat yang mempunyai kebugaran tubuh lebih tinggi dari kami.

Tapi jangan ditanya tentang semangat kami yang tak mau kalah dengan orang sehat. Apalagi bertemu dengan teman-teman senasib, rasa lelah serasa hilang. “Badanku sudah segar lagi karena tempat Resto Raja Rasa dingin sekali,” ujar Neneng Rohani dari Bekasi.

Donni langsung mengambil gelas dan mengisinya dengan butiran es batu dan kemudian menuanginya dengan teh lemon yang sudah dingin. Dalam sekejap air dalam gelas masuk ke tubuh Donni yang tidak bisa dibilang kurus.

Kalau sudah begini Bunda Ely akan berteriak kepada peserta yang tak kabur dengan minum berlebihan. “Ingat cuci darahnya masih Rabu. Jangan terlalu banyak minum, mentang-mentang stok banyak,” ujarnya dengan tetap tersenyum.

“Obesitas sangat berkaitan dengan penyakit gagal ginjal. Obesitas dapat memicu penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Diabetes dan hipertensi penyebab utama penyakit gagal ginjal yang berujung pada tindakan cuci darah. Maka kendalikan berat badan Anda,” ujar dr. Winarni Hudoro, Sp.PD-KGH, dalam Seminar Awam bertemakan “Penyakit Ginjal dan Obesitas”.

Dalam seminar ini Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mengandeng Fresenius Medical Care. Sedangkan pembicara lain, dr Diani Adrina, Sp.GK  dan Astry Tri Astuti, Marketing & Communication Manager Fresenius Medical Care.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Diani Adrina, Sp.GK mengatakan obesitas harus diperangi. “Caranya, sejak dari dini anak diajari pola makan yang benar dan sehat. Kita harus meninggalkan image menyenangi dan membanggakan jika  anaknya gemuk agar terlihat lucu. Berikan makan yang seimbang,” ujar ahli gizi di Rumah Sakit Pusat Pertamina.

Sedangkan Tony Samosir, Ketua KPCDI mengatakan dalam pidato sambutannya, bahwa KPCDI sangat konsen melakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah meningkatnya jumlah penyadang gagal ginjal di Indonesia. “Melalui acara World Kidney Day, kita kampanyekan pola hidup sehat untuk ginjal yang sehat,” ucapnya

Acara diakhiri dengan acara perayaan ulang tahun ke-2 KPCDI. “Pada tanggal 15 di ruang hemodialisa Jakarta Kidney Center, saya dan Tony mendirikan KPCDI. Saat itu juga kami mengeluarkan pernyataan sikap ke media bahwa BPJS bertindak diskriminatif dalam mengcover biaya cuci darah. Seiring waktu anggotanya datang dari penjuru tanah air ,” ujar Petrus Hariyanto Sekjen KPCDI.

Dengan diiringi lagu selamat ulang tahun dari suluruh peserta, Ketua Umum dan Sekjen meniup lilin. Seraya semua memanjatkan doa agar KPCDI tambah hari tambah sukses dalam mengabdikan dirinya bagi pasien gagal ginjal di seluruh Indonesia. (Jakarta, 13 Maret 2017)

 

Oleh: Petrus  Hariyanto (Sekretaris jenderal KPCDI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar