Loading...
News

PERNEFRI: Reuse Tabung Dialiser Maksimal 7 kali!

“Kami bersedia menjalankan aturan yang dibuat oleh PB PERNEFRI (Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia) tentang anjuran pemakaian tabung dialiser ulang sampai dengan 7 kali. Selama ini kami tidak mengetahui bahwa PERNEFRI memiliki aturan tersebut.” Pernyataan ini disampaikan oleh dr. Panudju Djojoprajitno, Manajer Pelayanan Medis RS Royal Progress dihadapan Pengurus Pusat KPCDI, PB PERNEFRI dan BPJS Kesehatan cabang Jakarta Utara.

whatsapp-image-2016-11-22-at-15-48-45

Pertemuan ini merupakan forum mediasi antara manajemen RS Royal Progress dengan pihak KPCDI yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan cabang Jakarta Utara yang juga turut mengundang PERNEFRI sebagai narasumber medis. Delegasi PERNEFRI dihadiri oleh Dr. Tunggul Sitomorang, Sp.PD-KGH dan Dr. Dharmeizar, Sp.PD-KGH. Adapun acara ini diselenggarakan di kantor PERNEFRI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Dr. Dharmeizar, Sp.PD-KGH, Ketua Umum PB PERNEFRI mengatakan bahwa PERNEFRI pernah mengeluarkan surat edaran kepada PT. ASKES tentang pemakaian tabung dialiser ulang sebanyak 7 kali pada tahun 2010. Adapun pemakaian tabung dialiser ulang lebih dari 10 kali dilakukan untuk menekan biaya pada saat itu. Dimana, harapannya, biaya keuntungan dari reuse akan dialokasikan ke biaya lainnya, seperti obat-obatan, hormon eritropoitien dan lain sebagainya.

Ketua Umum PB PERNEFRI ini juga mengatakan bahwa PERNEFRI telah memperbaharui surat edaran perihal pemakaian tabung dialiser ulang pada tanggal 18 Oktober 2016. Surat tersebut telah disampaikan kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan yaitu Bapak Fachmi Idris. “Saya berharap BPJS Kesehatan Pusat segera mensosialisasikan ke seluruh unit hemodialisa di seluruh Indonesia. Jangan ada lagi pemakaian tabung dialiser ulang lebih dari 7 kali,” tegasnya.

whatsapp-image-2016-11-22-at-12-51-05

Tony Samosir, Ketua KPCDI menambahkan bahwa penelitian pemakaian dialiser ulang sudah lama dilakukan. Menurut panduan hemodialisa, prosedur pemakaian dialiser ulang hanya dilakukan sampai maksimal 7 kali pada satu dialiser yang sama. “Kami meminta kepada BPJS untuk segera mengedarkan surat panduan ini ke seluruh unit hemodialisa, agar tidak ada pelanggaran lagi,” tegas Tony, mantan pasien cuci darah yang baru saja melakukan transplantasi ginjal.

Menanggapi tuntutan KPCDI, Kepala BPJS cabang Jakarta Utara, dr. Elisa Adam, MPH berjanji, akan mengirimkan surat edaran tersebut kepada BPJS kesehatan Pusat untuk diedarkan ke seluruh unit hemodialisa dan menjadi pedoman.

Seperti diketahui, KPCDI telah mengirimkan surat kepada BPJS Pusat untuk menegur RS Royal Progress yang melakukan kebijakan pemakaian tabung dialiser ulang sebanyak 30 kali. Hal ini langsung direspon oleh BPJS Kesehatan cabang Jakarta Utara dengan melakukan proses mediasi antara KPCDI dengan manajemen RS Royal Progress.

Jakarta, 22 November 2016

Pengurus Pusat

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's choice
Skip to toolbar