KPCDI: Membangun Harapan

Oleh: Petrus Hariyanto

Letaknya terpencil, di kaki Gunung Galungung, terdapat Desa Malaganti, Kecamatan Sariwangi. Penduduk di sana bermimpi mempunyai sebuah saluran air sepanjang 6 kilometer. Dengan saluran itu nantinya akan mengalirkan air dari Air Terjun Meber ke desanya, Air adalah sumber kemakmuran. Tiadanya air menjadi rakyat desa di sana miskin. Padahal mereka mempunyai tanah, tapi mereka memilih menjadi buruh bagi pemilik tanah lain yang mempunyai irigasi. Seperti di tulis Harian Kompas (22/10/2016), Dodi (55) bermimpi bila saluran itu jadi akan mengelola tanahnya sendiri.

Negara tidak hadir-hadir walau warga sudah memanggilnya berkali-kali. Kemudian mereka mendirikan Paguyuban Cinila Sariwangi. Ada 10 sampai 30 warganya bekerja secara sukarela. Hanya cangkul dan linggis yang menemani kegigihan dan semangat baja mereka. Saluran yang mereka buat melewati lereng yang curam dan berbatu cadas. Sebuah pekerjaan maha berat dan menantang maut.

Sudah sepuluh tahun ini mereka bekerja, dan baru mampu menyelesaikan satu kilometer saluran, dari rencana 6 kilometer. Walau masih bertahun-tahun lagi selesainya, tetapi mereka tetap bersemangat. Harapan indah menjadi makmur bersama membuat asa mereka tetap terjaga. Sebuah teladan bagi yang membangun harapan.

Mungkin kita perlu meneladani semangat mereka untuk mencapai harapan. Seperti komunitas kita yaitu KPCDI, yang mencita-citakan suatu hari nanti cangkok ginjal adalah sesuatu yang mudah. Sesuatu yang mudah karena negara hadir. Ada Lembaga Donor Organ yang bekerja untuk mengelola proses transplantasi ginjal. Banyak kesadaran publik untuk medonorkan ginjalnya karena ada sebuah kerja kampanye yang dasyat. Orang yang miskin sekalipun tidak perlu kuatir melakukan cangkok ginjal karena gratis sama sekali, baik pra dan pelaksanaan sampai pasca cangkok ginjal.

Entah sampai berapa tahun lagi akan tercapai, tetapi kita semua dituntut tak kenal lelah dan putus asa memperjuangkannya. Walau hasilnya sejengkal harapan tapi kita terus dan terus melangkah. Kita juga mempunyai mimpi yang mungkin sama indahnya dengan warga desa di kaki Gunung Galungung itu.

Kita pasien cuci darah bermimpi bersama-sama bisa lepas dari mesin hemodialisa. Bermimpi mempunyai ginjal ketiganya. Bisa menjadi manusia yang lebih produktif.

Mari semua anggota KPCDI, kita darmakan tenaga dan pikiran kita untuk meraih itu. Jadilah sukarelawan KPCDI, sekarang! (Jakarta, 29 Oktober 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *