Loading...
News

Para Pasien Cuci Darah Mengadu ke PERNEFRI

Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) sudah sejak tahun 2010 membuat surat rekomendasi kepada ASKES yang saat ini telah menjadi BPJS Kesehatan, bahwa penggunaan reuse (pemakaian ulang) tabung dializer pada pasien gagal ginjal kronik maksimal 8 (delapan) kali. Surat rekomendasi itu masih berlaku sampai hari ini dan menjadi pedoman bagi penyelenggaraan unit pelayanan hemodialisa. Pernyataan itu disampaikan oleh ketua PERNEFRI Pusat, Dr. Dharmeizar, SpPD-KGH menanggapi pengaduan yang disampaikan Pengurus Pusat KPCDI (Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia), Hari Jumat (30/9/2016), di Gedung Sekretariat PERNEFRI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Dalam pengaduannya, Pengurus Pusat KPCDI yang dipimpin Tony Samosir dan Petrus Hariyanto, sebagai Ketua Umum dan Sekjen, mengatakan, kalau Rumah Sakit Royal Progress, yang terletak di Sunter, Jakarta Utara, melakukan kebijakan reuse tabung dializer sampai 30 kali. “Kebijakan manajemen RS Royal Progress ini sangat merugikan pasien karena berdampak pada pencapaian adekuasi,”ujar Tony.

Tony Samosir meminta agar PERNEFRI melakukan pengawasan terhadap Rumah Sakit Royal Progress. “Kami memohon agar PERNEFRI sebagai organisasi profesi memberi rekomendasi kepada Dinas Kesehatan DKI untuk memberi teguran kepada Rumah Sakit tersebut sesuai dengan ketentuan Permenkes 812 tahun 2010,”¬† pinta pasien cuci darah yang baru enam bulan melakukan cangkok ginjal tersebut.

Dr. Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, Korwil PERNEFRI Propinsi DKI, menyanggupi permohonan KPCDI. “Kami berterima kasih KPCDI datang dan mengadu ke kami. Sebagai organisasi profesi kita akan meneliti kembali Rumah Sakit Royal Progress. Dan kami nantinya akan memberi rekomendasi kepada Dinas Kesehatan Propinsi DKI,” ujarnya.

Tabung Dializer merupakan penggunaan berulang pada tabung penganti ginjal buatan dalam proses hemodialisis. Dializer reuse dapat digunakan jika nilai Total Cell Volume (TCV) masih diatas 80% dari nilai awal. Jika TCV kurang dari 80% akan menyebabkan tidak efektifnya proses hemodialisis yang ditandai dengan gejala uremia pasca hemodialisis. (Petrus Hariyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's choice
Skip to toolbar