Pejuang Dialisis: Shanty, 16 Tahun Menjalani Cuci Darah?

Pejuang Dialisis: Shanty
Usia: 33 tahun
Dialisis sejak: Agustus 2000
Lama dialisis: 16 tahun

Shanty adalah seorang pejuang dialisis wanita, dan sudah melakukan tindakan hemodialisa sejak 16 tahun yang lalu. “Pada saat aku divonis penyakit gagal ginjal, pada saat yang sama pula aku harus kehilangan seorang mama yang aku sangat cintai. Aku hampir putus asa. Beban yang harus aku pikul terasa berat.” ucapnya dengan sedih.

Wanita yang berprofesi sebagai guru privat pada anak-anak Sekolah Dasar ini juga berkata bahwa gagal ginjal kronis yang dialaminya disebabkan oleh penyakit lupus pada saat masih sekolah.

“Saat itu lulus SMU, pas mau masuk pendaftaran dan tes di perguruan tinggi. Udah sempat ujian dan lulus. Trus, melengkapi syarat dan biaya administrasi. Sudah dilunasi semua. Sayangnya belum kuliah dimulai, aku langsung drop dan divonis gagal ginjal”. Ungkapnya.

Selama setahun Shanty istirahat untuk memulihkan kondisinya. Namun niatnya untuk kuliah harus dikesampingkan. “Tahun tersebut unit Hemodialisa sangatlah langka dan termasuk barang mahal dan mewah” Ungkap wanita kelahiran Medan tahun 1982 tersebut.

Saat ini Shanty melakukan tindakan Hemodialisis 2 kali dalam seminggu di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan yang didirikan oleh Prof. dr. Harun Rasyid Lubis, SpPD-KGH.

Wanita mungil itu juga aktif memotivasi pasien yang baru divonis gagal ginjal yang belum dapat menerima penyakit mereka.

Melalui KPCDI Shanty berpesan agar “setiap pasien gagal ginjal jangan pernah menyerah, hidup itu indah kok. Hiduplah dengan penuh semangat yang kuat tanpa ada sebuah rasa penyesalan. Selalu berpikir positif. Pasien juga harus mandiri, jangan tergantung pada orang lain. Keluarga hanya bagian pendukung semangat kita”

Wanita oriental tersebut berharap banyak pasien gagal ginjal yang hidup lebih lama dan berkualitas kedepannya. (Medan, 22 September 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *