Kehamilan dan Penyakit (Gagal) Ginjal

Seorang bayi yang baru lahir adalah kebahagiaan bagi semua keluarga dimana pun juga. Tetapi kehamilan sendiri bisa memberikan tekanan stress yang besar terhadap tubuh Anda. Apabila Anda memiliki penyakit (gagal) ginjal, itu meningkatkan resiko yang berbahaya baik terhadap diri Anda maupun janin yang sedang Anda kandung.

Apakah Anda sedang memikirkan tentang program kehamilan? Apabila IYA, Anda harus terlebih dahulu mendiskusikan hal ini dengan dokter ataupun dokter ahli kandungan yang akan membantu Anda. Mereka mengenal “history” dari penyakit Anda, dan bisa membantu untuk membuat keputusan berdasarkan dengan kondisi kesehatan Anda. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan.

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan antara lain:

  1. Tingkat penyakit (gagal) ginjal Anda.
  2. Kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.
  3. Usia.
  4. Memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, ataupun gangguan hati.
  5. Memiliki kondisi kesehatan lain yang cukup serius.
  6. Kandungan protein dalam urin Anda.

Berikut adalah beberapa jawaban singkat untuk pertanyaan – pertanyaan umum sekitar penyakit (gagal) ginjal dan kehamilan.

Apakah wanita yang mempunyai penyakit ginjal yang “ringan” boleh mempunyai anak?

Itu tergantung pada kondisi Anda. Ada yang menyarankan bahwa wanita dengan penyakit ginjal yang ringan (stadium 1-2), tekanan darah yang normal, dan sedikit ataupun tidak ada kandungan protein dalam urin (disebut “proteinuria”) boleh memperoleh kehamilan yang sehat.

Apa itu proteinuria? Adalah sebuah gejala kerusakan ginjal. Tubuh Anda memerlukan protein. Tapi protein itu seharusnya terkandung dalam darah, bukan dalam urin. Adanya protein dalam urin menunjukkan bahwa ginjal tidak dapat menyaring darah dengan baik sehingga terjadi kebocoran protein.

Pada wanita dengan tingkat keseriusan penyakit ginjal menengah (stadium 3-5), resikonya akan terjadi komplikasi akan lebih besar. Pada beberapa wanita, resiko terhadap calon ibu dan janin akan lebih tinggi sehingga mereka harus mempertimbangkan lebih jauh lagi untuk menghindari kehamilan.

Apabila Anda berpikiran untuk hamil, tanyalah kepada dokter atau dokter ahli kesehatan lainnya tentang tingkat keseriusan penyakit ginjal yang Anda miliki, resiko terhadap komplikasi, tingkat proteinuria, dan kondisi kesehatan lain yang mungkin akan Anda alami.

Bolehkah seorang wanita yang sedang menjalankan dialisis mempunyai bayi?

Beberapa perubahan pada tubuh akan menyebabkan Anda lebih sulit untuk hamil. Contohnya, kebanyakan wanita yang menjalankan dialisis akan mengalami anemia (rendahnya sel darah merah) dan perubahan hormonal. Ini akan menyebabkan ketidakteraturan pada siklus menstruasi mereka.

Para wanita yang mengalami penyakit (gagal) ginjal biasanya disarankan untuk menghindari kehamilan. Tingkat komplikasi akan sangat tinggi. Resiko baik terhadap ibu dan janin yang sedang tumbuh akan sangat besar. Apabila Anda benar-benar ingin hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli kesehatan Anda. Apabila Anda hamil, Anda sangat membutuhkan pengawasan kesehatan yang ketat, dan menambah waktu proses dialisis untuk memiliki bayi yang sehat.

Bolehkan seorang wanita yang telah menjalankan transplantasi ginjal untuk memiliki bayi?

Ya. Apabila Anda telah menjalankan transplantasi, akan memungkinkan untuk mendapatkan siklus menstruasi yang teratur dan kondisi kesehatan yang baik. Oleh sebab itu, Anda mempunyai kemungkinan untuk hamil dan memiliki anak. Namun Anda tidak disarankan untuk hamil dalam jangka waktu setidaknya satu tahun setelah proses transplantasi, meskipun Anda memiliki fungsi ginjal yang baik. Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi setelah transplantasi akan menyebabkan masalah bagi calon bayi yang sedang bertumbuh. Dalam beberapa kasus, kehamilan juga tidak disarankan dikarenakan tingginya resiko bagi Anda dan bayi. Alasan lainnya adalah resiko Anda kehilangan prgan baru pada transplantasi ginjal.

Konsultasikan pada dokter apabila Anda telah memiliki transplantasi dan ingin hamil. Dokter Anda mungkin perlu untuk mengganti obat-obatan sehingga aman untuk proses kehamilan. Sangatlah penting untuk menggunakan pil KB, hingga ada kesepakatan antara Anda dan dokter ahli bahwa kondisi Anda telah cukup aman untuk sebuah kehamilan.

Apakah obat-obatan yang tengah dikonsumsi oleh pasien transplantasi berpengaruh terhadap calon bayi yang belum lahir?

Banyak obat anti rejection yang cukup aman bagi wanita hamil dan bayinya. Namun, ada beberapa jenis yang bisa mempengaruhi kehamilan dan bayi. Jenis-jenis ini yang harus dihindari selama kehamilan dan dihentikan minimal 6 (enam) minggu (atau lebih) sebelum kehamilan terjadi. Dokter akan memonitor Anda setelah menghentikan obat, dan memberikan waktu yang aman bagi Anda untuk mencoba kehamilan.

Apabila Anda memiliki transplantasi ginjal, dan sedang mempertimbangkan kehamilan, diskusikan dengan hati-hati kepada tim transplantasi dan dokter spesialis ginjal Anda. Dokter Anda mungkin akan mengganti beberapa jenis obat anti rejection bagi Anda.

Bolehkah seorang pria yang menjalankan dialisis atau telah memiliki transplantasi ginjal untuk mempunyai anak dan menjadi seorang ayah?

Ya. Pria yang menjalankan dialisis ataupun mereka yang telah memiliki transplantasi ginjal bisa menjadi seorang ayah. Apabila Anda telah mencoba selama setahun atau lebih dan belum berhasil, konsultasilah dengan dokter Anda. Seorang pria dengan penyakit (gagal) ginjal akan terbantu dengan melakukan cek fertilitas secara berkala. Demikian juga, beberapa obat-obatan yang dikonsumsi setelah transplantasi akan mengurangi kemampuan pria untuk menjadi seorang ayah. Apabila Anda memiliki transplantasi dan ingin memiliki anak, bicarakan dengan dokter tentang masalah obat-obatan tersebut.

Jenis pengatur kehamilan (kontrasepsi) apa yang direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit (gagal) ginjal?

Para pasien dialisis dan transplantasi yang aktif secara seksual dan belum memasuki masa menopause seharusnya menggunakan pengontrol kehamilan (kontrasepsi ataupun KB) untuk mencegah kehamilan. Dokter Anda bisa merekomendasikan jenis KB yang sesuai untuk digunakan. Banyak wanita yang memiliki tekanan darah tinggi tidak diperbolehkan menggunakan pil KB (Kontrasepsi oral) sebab jenis obat ini bisa menaikkan tekanan darah dan meningkatkan resiko penggumpalan darah. Diaphragm, sponge, dan kondom adalah jenis peralatan kontrasepsi yang diperbolehkan, terutama saat dipergunakan dengan spermicidal cream, foam ataupun jel. Jenis kontrasepsi yang baru juga disarankan.

Sumber: National Transplantation Pregnancy Registry (NTPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar