Loading...
Kesehatan

Diet dan Batu Ginjal

Jika Anda memiliki batu ginjal, Anda mungkin harus mengikuti diet secara khusus. Pertama, dokter Anda akan menjalankan Serangkaian tes untuk mengetahui jenis batu ginjal apa yang sudah terbentuk. Dari situ, dokter bisa menentukan perubahan diet yang tepat untuk Anda. Ahli gizi dapat membantu Anda membuat perubahan yang diperlukan dalam diet.

Apa yang dimaksud dengan batu ginjal?

Batu ginjal adalah massa keras seperti batu kristal yang terbentuk di dalam ginjal Anda. Batu ginjal memiliki banyak penyebab dan dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran kemih Anda; dari ginjal sampai ke kantung kemih Anda.

Apakah semua batu ginjal sama?

Tidak, jenis yang paling umum dari batu ginjal terbuat dan terbentuk dari kalsium dan oksalat. Perawatan pada setiap individu untuk batu ginjal tergantung dari jenis batu ginjal yang sudah terbentuk.

Adakah diet yang bisa saya terapkan untuk mencegah agar batu ginjal saya tidak bertambah banyak?

Terkadang menerapkan diet khusus mungkin cukup untuk mencegah bertambahnya pembentukan batu ginjal. Di waktu yang lain, pengobatan, selain dari diet khusus mungkin diperlukan. Harap di ingat bahwa tidak semua rekomendasi diet berguna untuk semua jenis batu ginjal.

Diet apakah yang harus saya terapkan?

Anda mungkin akan diminta untuk membuat perubahan pada jumlah garam (natrium), kalsium, oksalat, protein, sitrat, kalium dan asupan cairan dalam diet Anda. Ahli gizi dapat membantu Anda dalam membuat perubahan diatas.

Dokter saya menganjurkan untuk minum banyak air (cairan). Seberapa banyak? Apakah penting jenis air (cairan) yang saya minum?

Minum air yang secukupnya adalah salah satu langkah terbaik yang dapat Anda ambil untuk menghindari penyakit batu ginjal. Untuk mengurangi resiko pembentukan batu ginjal yang baru, sangat penting untuk Anda minum setidaknya tiga liter (12 gelas) air (cairan) sepanjang hari. Dalam cuaca panas, Anda mungkin perlu minum lebih banyak untuk mengganti hilangnya cairan tubuh karena keringat. Ini akan membantu mengurangi kepekatan ataupun endapan pada urin Anda. Semakin kurang kepekatan atau endapan di urin, dapat mengurangi resiko pembentukan batu ginjal. Sebagian besar cairan yang harus Anda minum adalah air putih. Biasakan minum segelas air putih sebelum tidur dan saat Anda terbangun dimalam hari saat mau ke kamar kecil, minum lagi segelas sebelum kembali tidur. Bagi Anda yang kurang menyukai rasa air putih biasa, Anda bisa membuat “infused water/detox water” yang sangat mudah dibuat dirumah dan disimpan di dalam kulkas.

Saya memiliki batu kalsium pada ginjal. Jenis diet apakah yang harus saya terapkan? Apakah saya harus menghindari makanan berkalsium tinggi?

Kalsium bukanlah musuhnya. Jika Anda memiliki kalsium tinggi dalam urin maka lebih baik mengurangi asupan sodium (garam), ini sangat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal, daripada mengurangi asupan kalsium. Fokuslah untuk membatasi asupan sodium dalam diet Anda dan pasangkan makanan yang kaya kalsium dengan makanan yang kaya oksalat. Ekstra sodium menyebabkan Anda kehilangan lebih banyak kalsium dalam urin Anda, hal itu akan berdampak pada resiko membentuknya batu ginjal yang baru. Dokter akan menyarankan Anda untuk membatasi natrium 2.000 milligram setiap hari. Ada banyak sumber natrium “tersembunyi” dalam makanan kaleng atau makanan olahan komersial dan juga restoran cepat saji. Dengan bantuan ahli gizi, Anda akan memahami label makanan dan membuat perubahan untuk jumlah sodium yang boleh Anda konsumsi. Jika Anda tidak memiliki kalsium yang tinggi dalam urin untuk mengurangi batu ginjal Anda, mungkin akan lebih baik berfokus pada perubahan pola makan lainnya. Dokter Anda atau ahli gizi akan membantu menentukan perlu tidaknya menambah atau mengurangi kalsium dan menerapkan diet yang sehat.

Saya memiliki batu oksalat pada ginjal. Jenis diet apakah yang harus saya terapkan? Apakah saya harus menghindari makanan tinggi oksalat?

Batu ginjal kalsium oksalat adalah jenis batu ginjal yang paling terkenal. Oksalat biasanya banyak ditemukan dalam banyak makanan, termasuk buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan bahkan dalam cokelat dan teh. Beberapa contoh makanan yang mengandung kadar tinggi oksalat meliputi: kacang, bayam, bit, coklat dan ubi jalar. Kadar oksalat dalam makanan dapat bervariasi karena perbedaan dalam banyak hal, seperti kualitas tanah dan kondisi kematangan. Banyak metode variasi data yang dapat digunakan untuk menentukan kadar oksalat dalam setiap makanan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa membatasi makanan tinggi oksalat dapat membantu mengurangi terbentuknya batu ginjal oksalat lainnya. Namun, banyak juga makanan tinggi oksalat yang sehat, dan Anda harus lebih bijak dalam membatasi diet, jika tidak diperlukan. Faktor-faktor seperti menu makanan, gangguan usus, kelainan metabolisme atau penyakit tertentu dapat meningkatkan konsentrasi oksalat dalam urin. Penelitian baru menunjukkan bahwa makan dan minum dengan jenis makanan kaya kalsium dan oksalat secara bersama-sama, adalah pendekatan yang lebih baik daripada membatasi oksalat sepenuhnya, karena oksalat dan kalsium akan mengikat satu sama lain di perut dan usus sebelum ginjal mengolahnya, sehingga sangat kecil kemungkinan batu ginjal akan terbentuk.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang seberapa ketat Anda perlu menghindari makanan yang mengandung oksalat.

Saya memiliki batu ginjal asam urat. Apa maksudnya? Jenis diet apakah yang harus saya terapkan?

Jenis lain yang umum dari batu ginjal adalah batu ginjal asam urat. Daging merah dan kerang memiliki kadar tinggi zat kimia alami yang disebut dengan purin. Asupan tinggi purin akan berdampak pada produksi asam urat yang lebih tinggi yang kemudian terakumulasi sebagai kristal pada sendi atau sebagai batu di ginjal.

Untuk mencegah batu ginjal asam urat, kurangi makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan kerang. Dan mengikuti diet sehat yang sebagian besar adalah sayuran dan buah-buahan, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Batasi juga makanan dan minuman bergula, terutama yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi. Batasi alkohol karena dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Kurangi makanan protein hewani serta perbanyak makan buah dan sayuran, yang akan membantu menurunkan keasaman urin. Dan ini juga akan membantu mengurangi kesempatan untuk terbentuknya batu ginjal asam urat.

Anda juga harus pastikan minum setidaknya tiga liter (12 gelas) air sehari untuk membantu mengurangi resiko pembentukan batu ginjal yang lain.

Membuat perubahan gaya hidup sehat juga dapat membantu mengurangi resiko Anda terkena rematik dikarenakan tingginya kadar asam urat.

Apakah ada hal lain yang bisa saya lakukan dengan diet, untuk membantu mencegah batu ginjal?

Mengurangi asupan protein hewani tentu dapat membantu. Sumber protein hewani termasuk daging sapi, ayam, babi, ikan, telur. Kebanyakan orang hanya perlu 4-6 ons makanan berprotein tinggi dan tiga porsi susu atau keju sehari. Periksa dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan asupan protein Anda tercukupi.

Batu ginjal kronik sering diobati dengan kalium sitrat. Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan di daun dan buah tumbuhan genus citrus (jeruk – jerukan). Hal ini ditemukan pada buah jeruk dan limau misalnya jeruk nipis dan jeruk purut. Penelitian telah menunjukkan bahwa  buah-buahan dan jus yang tinggi dengan sitrat alami dapat membantu mencegah batu ginjal. Hal ini diyakini bahwa sitrat dalam urin dapat mencegah kalsium terikat dengan konstituen lain yang menyebabkan batu ginjal. Dan juga beberapa bukti menunjukkan bahwa sitrat dapat mencegah kristal yang sudah mengikat satu sama lain, sehingga dapat mencegah batu ginjal menjadi lebih besar. Harap diingat bahwa jus yang terbuat dari jeruk nipis dan lemon mengandung kadar sitrat yang tinggi dan berhati-hatilah dengan kandungan gula dalam jus, karena ini justru dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Apakah akan membantu ataukah merugikan jika saya mengkonsumsi vitamin atau suplemen mineral?

Vitamin B (termasuk thiamin, riboflavin, niasin, B6 dan B12) belum terbukti berbahaya bagi penderita batu ginjal. Bahkan, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa B6 dapat benar-benar membantu orang yang memiliki urin oksalat yang tinggi. Namun, periksalah dengan dokter atau ahli gizi tentang penggunaan vitamin C, vitamin D, minyak hati ikan dan suplemen mineral yang mengandung kalsium karena beberapa suplemen tersebut dapat meningkatkan kemungkinan pembentukan batu ginjal pada beberapa orang.

Sumber:  National Kidney Foundation (NKF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's choice
Skip to toolbar