Efek Samping Dialisis yang Umum Terjadi dan Cara Mengatasinya

Anda mungkin pernah mengalami efek samping dari tindakan dialisis pada suatu waktu. Namun, ada cara yang dapat meminimalkan efek samping dengan mengikuti rencana treatment pengobatan. Berikut ini adalah efek samping yang paling umum terjadi, bersama dengan cara tentang bagaimana menangani masalah tersebut.

1. Tekanan darah rendah.

Tekanan darah rendah adalah efek samping yang paling umum dari tindakan dialisis, satu dari empat pasien hemodialisis akan mengalami hal ini. Dua penyebab utamanya adalah kenaikkan cairan berlebih pada berat badan antara sesi jadwal dialisis, dan mempunyai riwayat lemah jantung. Untuk menghindari kenaikan berat badan cairan yang berlebih, Anda harus minum tidak lebih dari satu liter (<1 Liter) setiap harinya dan menghindari makanan asin yang dapat meningkatkan rasa haus. Jika Anda memiliki kelebihan berat badan karena cairan, Anda dapat membahas masalah ini kepada tim dialisis agar dapat menyesuaikan waktu extra dialisis Anda.

2. Mual dan muntah.

Mual dan muntah sering berhubungan dengan penyakit (gagal) ginjal pada umumnya, tetapi tekanan darah yang rendah dan berat badan cairan berlebih, juga penyebab umum terjadinya hal tersebut. Jika Anda mengalami mual dan muntah selama tindakan dialisis, beritahukan kepada perawat agar dapat mengatur mesin yang sesuai dengan tubuh Anda. Jika Anda mengalami mual saat di rumah, hubungi dokter agar diresepkan obat anti-mual.

3. Kulit kering atau gatal.

Kulit kering atau gatal juga sering dialami oleh banyak pasien yang menjalani tindakan dialisis, terutama pada cuaca/suhu yang dingin. Alasan paling umum terjadinya kulit gatal dikarenakan kadar fosfor yang tinggi dalam darah, sangat penting untuk mengikuti pola diet dan mengkonsumsi obat pengikat fosfor (binder fosfor) secara teratur yang telah ditentukan oleh dokter. Untuk membantu meringankan gejala tersebut, gunakan sabun yang tidak mengeringkan kulit, seperti sabun Ivory, dan lotion pelembab biasa, seperti Vaseline atau Eucerine. Hindari lotion dengan wewangian kerena ini bisa membuat iritasi pada kulit yang sensitif.

4. Sindrom kaki gelisah (Restless leg syndrome)

Sindrom kaki gelisah (Restless leg syndrome) adalah efek samping lain yang umum terjadi yang menyebabkan kaki pasien terus bergerak sebagai akibat dari saraf dan otot kakinya, sehingga menciptakan “crawly” atau “prickly” (seperti ada duri kecil yang menggangu di kaki). Sindrom kaki gelisah dapat dikaitkan dengan beberapa bentuk penyakit ginjal, diabetes, pengerasan arteri, atau kekurangan vitamin B, jadi penting untuk berbicara dengan dokter Anda untuk menemukan diagnosis yang tepat dan resep obat-obatan yang akan mengatasi masalah tersebut.

5. Kram otot

Kram otot menyebabkan ketidaknyamanan yang sangat menggaggu untuk banyak pasien. Penyebab efek samping ini tidak diketahui, sehingga masalah ini hanya dapat diatasi dengan mencoba untuk meringankan gejala. Penyedia layanan kesehatan menyarankan peregangan otot untuk mengurangi rasa sakit atau meletakkan bantal panas ke daerah yang kram otot untuk membantu meningkatkan sirkulasi. Beberapa obat dapat membantu tetapi ini harus didiskusikan dengan dokter Anda. Beberapa pasien mengatakan bahwa minum sedikit “tonic water” or “apple vinegar” dapat membantu. Meskipun tidak ada penelitian untuk mendukung obat ini, ada sedikit risiko untuk mencoba minuman tersebut untuk melihat apakah minuman itu akan bekerja baik untuk masalah Anda.

Sumber: National Kidney Foundation (NKF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *