Efek Samping Dialisis dan Cara Mengatasinya?

Dialisis atau yang lebih dikenal dengan nama cuci darah adalah suatu proses pencucian darah untuk membersihkan tubuh dari zat-zat limbah yang berbahaya yang terdapat dalam aliran darah. Normalnya pencucian darah ini secara alami dilakukan oleh organ tubuh kita sendiri yaitu ginjal yang sehat. Bagi mereka yang mengalami gagal ginjal, tugas tersebut akan diambil alih oleh mesin dialisis (pencuci darah)

Setiap pasien yang melakukan tindakan dialisis akan mengalami efek samping yang berbeda-beda. Seperti yang dikutip dari National Kidney Foundation, ada cara untuk dapat meminimalkan efek samping yang paling umum terjadi serta cara mengatasinya;

1. Tekanan darah rendah adalah efek samping yang paling umum dirasakan oleh pasien yang menjalani perawatan dialisis. Menurut data, satu dari empat pasien akan mengalami hal tersebut. Dua penyebab utama adalah mendapatkan kelebihan berat cairan antara sesi dialisis dan memiliki lemah jantung. Untuk menghindari kenaikan cairan, Anda harus membatasi asupan cairan dengan minum tidak lebih dari 1 Liter setiap hari dan menghindari makanan asin yang dapat meningkatkan rasa haus. Jika Anda mendapatkan kelebihan berat cairan, diskusikan masalah ini dengan dokter Anda sehingga dapat menyesuaikan waktu dialisis Anda dengan tepat.

2. Rasa Mual dan muntah sangat erat hubungannya dengan penyakit ginjal, tetapi tekanan darah rendah dan kelebihan berat cairan juga merupakan penyebab umum masalah tersebut. Jika Anda mengalami mual dan muntah selama perawatan dialisis, beri tahu perawat agar dapat mengatur mesin dialisis yang sesuai. Jika Anda menderita mual di rumah, bicaralah dengan dokter Anda tentang resep obat anti-mual.

3. Kulit kering atau gatal dialami oleh banyak pasien yang menjalani dialisis, terutama saat udara dingin. Kulit gatal bisa dikarenakan kadar fosfor yang tinggi dalam darah, jadi penting untuk mengikuti diet dan rutin meminum obat pengikat fosfat secara teratur sesuai dengan resep dokter. Untuk membantu meredakan gejala, gunakan sabun yang tidak membuat kulit kering seperti sabun yang mengandung pelembab/moisturizer, dan losion pelembab, seperti; Vaseline atau Eucerine. Hindari lotion dengan wewangian karena ini dapat mengiritasi kulit yang sensitif.

4. Restless leg syndrome adalah efek samping umum lainnya yang menyebabkan orang memiliki keinginan yang tidak terkontrol untuk menggerakkan kaki mereka, biasanya karena rasa tidak nyaman pada kaki. Menggerak-gerakkan kaki akan mengurangi perasaan tidak nyaman untuk sementara. Gelisah sindrom kaki ini dapat dikaitkan dengan beberapa bentuk penyakit ginjal, diabetes, pengerasan arteri, atau kekurangan vitamin B, jadi sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk diagnosis dan resep yang dibutuhkan.

5. Otot kram menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak pasien. Penyebab efek samping ini tidak diketahui, sehingga masalah ini hanya dapat diatasi dengan mencoba meredakan gejala. Dengan meregangkan otot yang kaku, biasanya akan mengurangi rasa sakit atau mengkompres dengan air hangat (bantal panas) ke area otot yang kaku  untuk membantu meningkatkan sirkulasi.

 

(reviewed 02/08/2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *