Immunosupresan

Apa itu immunosupresan?

Immunosupresan adalah obat yang digunakan untuk menurunkan daya tahan tubuh seperti penolakan organ transplantasi. Istilah lain untuk obat ini adalah obat anti-penolakan. Ada 2 jenis obat immunosupresan:

1. Obat Induksi: obat anti-penolakan yang sangat kuat, digunakan pada saat transplantasi.

2. Obat Pemeliharaan: obat anti-penolakan yang digunakan untuk jangka panjang.

Ini seperti membeli rumah baru; dimana down payment adalah obat induksi dan biaya cicilan bulanan seperti obat pemeliharaan. Jika down payment telah mencukupi maka biaya cicilan bulanan juga akan rendah, hal ini sama seperti obat immunosupresan.

Biasanya ada 4 golongan obat pemeliharaan/perawatan:

1. Inhibitor Calcineurin: Tacrolimus dan Siklosporin.
2. Antiproliferasi agents: Mycophenolate Mofetil, Mycophenolate Sodium dan Azathioprin.
3. mTOR inhibitor: Sirolimus.
4. Steroid: Prednison.

 

Untuk apa imunosupresan digunakan?

Ketika Anda mendapatkan transplantasi organ ginjal, tubuh Anda akan mengetahui bahwa ginjal yang baru adalah benda asing (yaitu, bukan bagian dari tubuh Anda). Sistem tubuh Anda akan menyerang ginjal yang baru dan mencoba untuk merusak dan menghancurkannya. Obat immunosuppressan menekan kemampuan tubuh untuk melakukan hal ini. Tujuan obat tersebut adalah untuk mencegah penolakan dan untuk meminimalkan efek samping.

 

Apakah semua orang yang mendapatkan ginjal baru harus mengkonsumsi obat imunosupresan?

Hampir semua orang yang melakukan transplantasi harus mengkonsumsi obat ini setiap harinya sesuai anjuran dokter. Jika ginjal yang baru berasal dari saudara kembar identik, mungkin Anda tidak perlu mengkonsumsi obat ini. Bahkan jika Anda lupa meminum obat satu dosis saja, mungkin bisa terjadi penolakkan. Jika harus mengurangi dosis obat, itu hanya karena anjuran dari tim dokter transplantasi ginjal. Dan juga, jika Anda ingin melakukan pemeriksaan darah di laboratorium, jangan mengkonsumsi obat imunosupresan sampai darah pasien diambil terlebih dahulu.

Karena banyaknya jumlah pil obat yang Anda konsumsi setiap hari, kehilangan dosis obat sangat mudah terjadi. Untuk itu, lakukan 3 hal untuk membantu mengingat obat-obatan yang Anda konsumsi:

1. Ingat nama masing-masing obat yang Anda konsumsi dan apa yang akan dilakukan. Jika Anda memiliki pemahaman yang baik tentang obat-obatan Anda, maka Anda tidak akan melupakan satu obat pun.

2. Gunakan kotak pil atau organizer. Mengatur obat dalam satu minggu. Ketika Anda telah mengatur obat dalam seminggu, yang harus Anda lakukan adalah mengambil setiap obat pada hari dan waktu yang tepat.

3. Cobalah untuk mengambil obat Anda pada waktu dan jam yang sama setiap hari.

 

Apa yang harus saya lakukan jika melewatkan dosis obat?

Minum segera setelah Anda ingat dan hubungi dokter segera. Jika itu waktu untuk dosis berikutnya, JANGAN mengkonsumsi double dosis atau ganda.

 

Apakah ada tanda-tanda atau gejala yang harus saya perhatikan?

Iya. Meskipun Anda mengkonsumsi obat setiap hari, penolakan terhadap ginjal baru masih tetap memungkinkan. Anda harus mengetahui tubuh Anda dengan sangat baik. Jika Anda mengalami salah satu dari contoh dibawah ini, segera hubungi dokter penanggungjawab transplantasi.

1. Penurunan jumlah urin.
2. Demam tinggi.
3. Nyeri pada ginjal baru.
4. Kencing berdarah.
5. Merasakan seperti Flu.
6. Kenaikkan berat badan 1,5 kilogram dalam 2 hari.

Dokter akan melakukan pemeriksaan darah ataupun test lainnya. Keberhasilan jangka panjang dari transplantasi ginjal, tergantung pada kepedulian tindak lanjut dan hubungan kerja yang baik antara Anda dan dokter transplantasi.

 

Apakah ada efek samping dari mengkonsumsi obat ini?

Iya. Salah satu efek samping dari obat ini adalah mudah terjadi infeksi. Biasanya terjadi pada awal beberapa bulan setelah transplantasi karena dosis obat yang masih tinggi. Anda harus menghubungi dokter penanggungjawab transplantasi jika Anda memiliki:

1. Demam tinggi.
2. Terdapat cairan dari luka operasi.
3. Sakit ketika buang air.
4. Pilek atau batuk yang tidak kunjung sembuh.

Efek samping yang paling umum dari obat penekan kekebalan tubuh ini adalah “sakit perut“. Apabila hal ini terjadi, tanyakan kepada dokter, jika dapat mengatur jarak waktu konsumsi obat untuk mengatasi hal tersebut.

Sekitar enam bulan sampai satu tahun setelah transplantasi, dosis obat imunosupresan biasanya diturunkan dan kemungkinan efek samping akan rendah. Jika Anda masih memiliki efek samping, berbicara dengan dokter transplantasi Anda untuk mengubah dosis atau beralih ke obat yang lainnya. Perubahan obat imunosupresan hanya dapat dilakukan setelah pemeriksaan dengan dokter transplantasi Anda.

 

Apakah ada obat lain dan makanan yang dapat mempengaruhi obat imunosupresan?

Iya. Ada banyak obat lain, makanan, dan suplemen yang dapat mengubah kadar (atas atau bawah) dari obat imunosupresan dalam darah. Beberapa jenis yang umum adalah jus jeruk, obat St. John’s Wort, eritromisin, anti-TB (tuberculosis), obat-obatan anti-kejang dan obat-obatan tekanan darah umum (Cardizem atau diltiazem, dan Verapamil).

 

Sumber: National Kidney Foundation (NKF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar