TIPS: Cara Memahami Hasil Laboratorium Pada Penyakit (Gagal) Ginjal

Orang dengan penyakit (gagal) ginjal akan melakukan pemeriksaan darah secara rutin beberapa bagian atau secara keseluruhan. Jika Anda memiliki penyakit (gagal) ginjal, tanyakan kepada dokter Anda mana test yang akan dilakukan dan seberapa sering dilakukan. Evaluasi dengan dokter tentang hasil test tersebut. Jika hasil laboratorium tidak normal, tanyakan bagaimana cara memperbaikinya.

1. Serum Kreatinin: Kreatinin adalah produk limbah darah yang berasal dari aktivitas otot. Produk limbah ini biasanya dibuang dari darah melalui ginjal, tetapi ketika fungsi ginjal menurun, tingkat kreatinin akan meningkat. Biasanya hasil pemeriksaan serum kreatinin digunakan untuk menghitung nilai GFR.

2. Glomerular Filtration Rate (GFR): GFR menggambarkan fungsi ginjal yang kita miliki dan umumnya dihitung dari tingkat kreatinin darah. GFR atau LFG (Laju Filtrasi Glomerular) adalah test yang paling baik untuk mengukur fungsi ginjal dan juga menentukan stadium pada penyakit ginjal. Jika nilai GFR turun dibawah 30, Anda harus berkonsultasi segera dengan dokter spesialis ginjal dan hipertensi (Nephrologist). Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan membicarakan tentang pengobatan apa saja yang Anda harus lakukan kedepan, seperti dialysis atau transplantasi ginjal. Bahkan jika nilai GFR Anda dibawah 15, Anda harus mengambil salah satu tindakan diatas.

3. Blood Urea Nitrogen (BUN) atau Nitrogen Urea: Produk limbah dalam darah yang berasal dari pemecahan protein pada makanan yang Anda makan, dan dari sistem metabolisme tubuh. Hal ini biasanya dibuang dari darah dengan ginjal Anda, tetapi ketika fungsi ginjal menurun, tingkat BUN akan meningkat. BUN juga dapat meningkat bila mengkonsumsi lebih banyak protein, dan dapat turun jika makan rendah protein.

4. Protein Urin: Bila ginjal Anda rusak maka akan terjadi kebocoran protein melalui urin. Sebuah test sederhana dapat Anda lakukan untuk mendeteksi protein dalam urin. Adanya protein dalam urin merupakan tanda awal penyakit ginjal kronis.

5. Mikroalbuminuria: Ini adalah test yang sangat akurat untuk mendeteksi sejumlah protein dalam urin Anda.

6. Urin Kreatinin: Test ini dilakukan untuk memperkirakan konsentrasi dalam urin dan membantu memberikan hasil yang akurat pada jumlah protein dalam urin. Protein-to-Kreatinin Rasio: ini dilakukan untuk memperkirakan jumlah protein, dimana pengujian dilakukan pada sample urin kumulatif yang dikumpulkan selama periode 24 jam.

7. Serum Albumin: Protein dengan jumlah terbanyak di dalam tubuh. Albumin sangat penting demi memelihat tekanan osmosis untuk distribusi fluida tubuh antara intravascular compartment dan jaringan tubuh. Albumin juga merupakan jenis protein tubuh yang bentuk dari protein yang Anda makan setiap harinya. Nilai Albumin yang rendah dapat menyebabkan masalah pada kesehatan seperti kesulitan untuk melawan infeksi. Tanyakan kepada ahli gizi, bagaimana untuk mendapatkan jumlah yang tepat dari nilai protein dan kalori.

8. nPNA: nPNA (normalized protein nitrogen appearance) adalah test yang dilakukan untuk mengetahui apakah protein yang Anda makan tercukupi. Pengukuran nilai ini dilakukan dari hasil uji laboratorium yang mencakup jumlah urin dan test darah. Ahli gizi akan meminta daftar makanan yang Anda makan untuk melakukan test ini.

9. Subjective Global Assessment (SGA): Ahli gizi akan menggunakan SGA untuk membantu Anda melakukan pemeriksaan tanda-tanda masalah gizi. Ahli gizi akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang diet sehari-hari dan memeriksa berat badan Anda, lemak, wajah, tangan, lengan, bahu dan kaki. Tanyakan kepada ahli gizi Anda berapa nilainya. Jika rendah, tanyakan bagaimana cara memperbaikinya.

10. Hemoglobin: Protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagi pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh Anda. Dokter Anda akan memberitahu tingkat hemoglobin Anda, jika Anda memiliki anemia, yang membuat Anda merasa cepat lelah, dan tidak ber-energi. Jika Anda sedang mengalami Anemia, Anda mungkin membutuhkan suplemen zat besi dan hormone eritropoietin (EPO). Tujuannya adalah untuk mempertahankan nilai hemoglobin Anda minimal 11-12.

11. Hematokrit: Proporsi volume darah yang terdiri dari sel darah merah. Hematokrit memiliki satuan menggunakan persen, contoh 42% (memiliki arti bahwa terdapat 42ml sel darah merah di dalam 100 ml darah). Nilai hematokrit yang rendah berarti Anda memiliki anemia dan membutuhkan pengobatan zat besi dan hormone EPO. Anda akan merasa mudah lelah dan membutuhkan energy ketika hematokrit berada pada 33%-36%.

12. TSAT (transferin saturasi) dan Feritin: Uji serum feritin menunjukkan jumlah total besi yang disimpan dalam tubuh. Sedangkan transferin saturasi (TSAT) test adalah rasio besi serum dan kapasitas total penggikat besi. Hasil TSAT Anda harus berada diatas 20% dan feritin Anda harus diatas angka 100. Hal ini akan membantu tubuh Anda untuk membangun sel darah merah. Dokter Anda akan merekomendasikan suplemen zat besi bila diperlukan sehingga target Anda tercapai.

13. Paratiroid Hormon (PTH): Tingginya kadar hormone paratiroid diakibatkan oleh ketidakseimbangan nilai kalsium dan fosfor dalam tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan penyakit tulang. Tanyakan pada dokter Anda, jika tingkat PTH Anda berada dalam kisaran yang kurang tepat. Dokter Anda mungkin akan memberikan resep obat vitamin D untuk membantu menurunkan tingkat PTH. JANGAN mengkonsumsi obat vitamin D, TANPA resep dokter.

14. Kalsium: Kalsium adalah mineral penting yang bermanfaat untuk proses pembentukkan tulang dan gigi yang kuat. Tanyakan kepada dokter Anda berapa nilai kalsium yang seharusnya. Untuk membantu keseimbangan jumlah kalsium dalam darah Anda, dokter Anda mungkin akan membuatkan resep suplemen dan vitamin D secara khusus. Minumlah suplemen dan obat yang telah direkomendasikan oleh dokter Anda.

15. Fosfor: Tingkat fosfor yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan tulang. Tanyakan dengan dokter Anda, berapa nilai fosfor yang seharusnya. Jika kadar fosfor dalam darah Anda terlalu tinggi, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menggurangi makanan yang tinggi fosfor dan mengkonsumsi obat yang sering disebut sebagai pengikat fosfor serta diminum bersamaan saat makan.

16. Kalium: Kalium adalah mineral penting di dalam darah Anda yang membantu jantung dan menjaga otot bekerja dengan benar. Kadar kalium dalam darah yang tinggi atau terlalu rendah dapat melemahkan otot-otot dan mengubah detak jantung (jantung berdebar). Apakah Anda perlu mengubah jumlah asupan makanan yang tinggi kalium, itu semua tergantung dari tingkat penyakit (gagal) ginjal Anda. Tanyakan dengan dokter Anda berapa nilai kalium Anda seharusnya. Ahli gizi akan membantu Anda untuk membuat perencanaan diet agar mendapat jumlah kalium yang tepat.

17. Berat Badan: Menjaga berat badan yang sehat adalah hal yang sangat penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Jika Anda kehilangan berat badan, mungkin Anda tidak mendapatkan nutrisi yang baik. Ahli gizi akan memberikan saran yang aman untuk menambahkan jumlah kalori pada diet Anda, jika diperlukan. Disisi lain, jika berat badan Anda bertambah banyak, Anda mungkin harus mengurangi jumlah kalori dan meningkatkan jumlah aktivitas. Bertambahnya berat badan secara tiba-tiba juga dapat menjadi masalah, jika disertai dengan pembengkakan, sesak napas, dan peningkatan tekanan darah. Hal ini mungkin menandakan terlalu banyak jumlah cairan di dalam tubuh Anda. Bicaralah dengan dokter apabila berat badan Anda berubah secara drastis.

18. Tekanan Darah: Tanyakan dengan dokter Anda, berapa tekanan darah Anda seharusnya. Jika tekanan darah Anda tinggi, pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter tentang obat-obatan yang telah diresepkan, termasuk obat penurun tekanan darah tinggi, mengurangi konsumsi garam pada makanan Anda, mengurangi berat badan yang berlebihan dan mengikuti program latihan rutin.

19. Total Kolesterol: kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah Anda. Tingkat kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan masalah pada jantung dan sirkulasi. Bagi banyak pasien, tingkat kolesterol yang baik adalah dibawah 200. Jika kadar kolesterol Anda tinggi, dokter akan membuat beberapa perubahan dalam diet Anda dan meningkatkan aktivitas Anda. Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga akan digunakan.

20. HDL Kolesterol: HDL Kolesterol adalah jenis kolesterol yang “baik” yang dapat melindungi jantung Anda. Bagi banyak pasien, tingkat kadar kolesterol HDL harus diatas 40.

21. LDL Kolesterol: Kolesterol LDL adalah jenis kolesterol “buruk”. Kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan masalah jantung dan sirkulasi. Bagi banyak pasien, tingkat kadar kolesterol LDL harus dibawah 100. Jika tingkat kadar kolesterol LDL tinggi, dokter akan membuat beberapa perubahan dalam diet Anda dan meningkatkan aktivitas Anda.

22. Trigliserida: Trigliserida adalah jenis lemak yang terdapat didalam darah Anda. Tingkat kadar trigliserida yang tinggi bersamaan dengan kolesterol total dan LDL dapat meyebabkan penyakit jantung dan masalah sirkulasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *