Loading...
Kesehatan

Dua Tes Sederhana untuk Memeriksa Penyakit (Gagal) Ginjal

Tahukah Anda bahwa salah satu dari tiga orang dewasa beresiko memiliki penyakit (gagal) ginjal? Siapapun bisa memiliki penyakit (gagal) ginjal setiap saat. Jika penyakit (gagal) ginjal terdeteksi dan diobati secara dini, itu bisa membantu untuk memperlambat atau bahkan menghentikannya menjadi lebih buruk. Kebanyakan orang/pasien di tahap awal penyakit (gagal) ginjal tidak memiliki gejala, itulah mengapa penting untuk diuji. Jika Anda merasa beresiko memiliki penyakit (gagal) ginjal, silahkan tanyakan dokter Anda tentang dua tes sederhana ini untuk memeriksa penyakit (gagal) ginjal.

1. Urin tes disebut ACR.

ACR singkatan dari “Albumin – to – creatinine ratio” (rasio albumin – kreatinin). Urin Anda akan di uji tes nilai albumin. Albumin merupakan sejenis protein, tubuh kita memerlukan protein, tetapi harus berada di dalam darah bukan di urin. Memiliki protein dalam urin, ada kemungkinan ginjal Anda tidak menyaring darah dengan baik. Ini bisa menjadi pertanda tahap awal penyakit ginjal. Jika tes urin Anda kembali dengan “positif” pada protein, maka tes harus diulang untuk mengkonfirmasi hasil tes. Tiga kali dengan hasil positif selama tiga bulan atau lebih adalah pertanda penyakit (gagal) ginjal.

2. Tes darah untuk memperkirakan nilai GFR/eLFG (estimasi Laju Filtrasi Glomerulus)

Darah Anda akan diuji laboratorium untuk nilai limbah yang disebut dengan kreatinin. kreatinin berasal dari jaringan otot. Saat ginjal rusak, jaringan otot sulit mengeluarkan atau membuang kreatinin dalam darah. Uji kreatinin baru langkah pertama. Selanjutnya, hasil kreatinin anda memakai rumus matematika bersama dengan umur, berat badan, dan jenis kelamin Anda untuk mengetahui Laju Filtrasi Glomerulus atau Glomerular Filtration Rate (GFR). Nilai GFR akan menunjukkan seberapa baik ginjal anda bekerja. Mintalah dengan dokter anda untuk melakukan tes tersebut.

Bagaimana saya tahu jika saya beresiko terkena penyakit (gagal) ginjal?

Siapapun bisa memiliki penyakit (gagal) ginjal setiap saat. Tetapi beberapa orang memiliki resiko lebih tinggi dari pada yang lain. Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan kemungkinan Anda untuk terkena penyakit (gagal) ginjal. Kondisi ini disebut sebagai faktor resiko. Anda memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit (gagal) ginjal jika Anda mempunyai:

  • Diabetes. Hal itu dikarenakan insulin yang tidak berkualitas bisa memberatkan kinerja ginjal.
  • Tekanan darah tinggi. Hal itu dikarenakan orang yang memiliki darah tinggi tekanan darahnya tidak normal sehingga mengganggu fungsi ginjal. Darah sangat berperan penting dalam menghasilkan fitrat glorumelar.
  • Penyakit batu ginjal. Batu di dalam ginjal akan menghalangi fungsi dan kinerja ginjal. Akibatnya jika hal itu terjadi terus menerus bisa menyebabkan seseorang terkena gagal ginjal.
  • Penyakit saluran kemih yang tersumbat. Alasannya adalah aliran urin akan berbalik ke ginjal pada orang yang saluran kemihnya tersumbat. Jika tekanannya semakin tinggi maka bisa menjadi penyebab kerusakan ginjal dan fungsi ginjal menjadi tidak berfungsi lagi.
  • Penyakit Sepsis. Sepsis bisa menyebabkan sistem imun di dalam tubuh menjadi berlebihan, jika hal itu terjadi tubuh akan mudah terkena infeksi. Infeksi tersebut bisa menyebabkan peradangan dan bisa membuat ginjal menjadi rusak.
  • Riwayat keluarga yang terkena penyakit (gagal) ginjal.
  • Jika Anda berusia diatas 60 atau lebih.

Sumber: National Kidney Foundation (NKF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's choice
Skip to toolbar