Susu Dan Penyakit Ginjal

Ketika berhadapan dengan produk susu dalam asupan kita sehari-hari, kebanyakan orang akan berkata bahwa mereka suka mengkonsumsi susu atau produk susu lainnya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Susu, keju, keju cheddar, yoghurt, pudding dan es krim adalah beberapa produk susu favorit yang disukai orang dengan segala usia. Produk susu secara alami kaya akan protein, vitamin B, kalsium, fosfor dan potassium. Nutrisi ini penting untuk fungsi tubuh kita.

Ginjal yang sehat membantu mengeluarkan sisa produk dan cairan berlebih dari dalam darah dan membantu menyeimbangkan kadar garam dan mineral dalam tubuh. Ketika ginjal tidak berfungsi, sisa produk protein, cairan, garam dan mineral meningkat ke level yang tidak aman di dalam tubuh dan ini berarti bahwa produk susu harus di batasi.

Pandangan yang lebih dekat terhadap kunci nutrisi dalam produk susu akan membantu mereka yang mengalami penurunan fungsi ginjal untuk mengerti pentingnya mengurangi makanan yang mengandung susu.

PROTEIN

Produk susu adalah sumber protein yang baik. Protein membantu tubuh membentuk otot dan menjaga organ di dalam tubuh kita. Protein juga membantu penyembuhan luka dan membantu melawan infeksi. Kita memerlukan asupan protein dalam diet kita sehari-hari, jadi ketika protein harus dibatasi karena penurunan fungsi ginjal, penting untuk menyeimbangi jumlah yang tepat dari protein dari semua sumber, termasuk susu, daging, telur, kacang, dan sumber yang bukan daging lainnya. Beberapa dari sumber protein non susu ini memiliki mineral yang tinggi yang mungkin terbatas, seperti potassium dan fosfor, oleh karena itu penting bagi seorang ahli nutrisi untuk ginjal membantu merencanakan sumber protein mana yang bisa di makan dan seberapa sering.

KALSIUM

Produk susu biasanya merupakan sumber utama kalsium dalam diet kita. Kalsium diperlukan untuk membantu tulang dan gigi agar kuat dan membantu otot untuk berkontraksi, untuk beberapa fungsi pembekuan darah dan beberapa fungsi saraf. Ketika fungsi ginjal menurun artinya produk susu harus dibatasi, asupan kalsium juga dibatasi. Untuk mendapatkan kalsium yang cukup bagi kebutuhan tubuh sehari-hari, supplemen kalsium mungkin diperlukan. Jenis dan jumlah yang tepat dari supplemen kalsium yang paling baik jika ditentukan oleh seorang dokter ginjal atau ahli nutrisi.

FOSFOR

Fosfor adalah mineral yang ditemukan dalam banyak makanan dan penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Ia memainkan peran yang penting bagi tubuh dalam mempergunakan karbohidrat dan lemak untuk energi. Ia juga membantu tubuh dalam mempergunakan protein bagi pertumbuhan, perawatan dan memperbaiki sel dan jaringan.

Ginjal yang sehat akan mengeluarkan fosfor yang berlebih yang tidak di pakai dalam tubuh setiap hari. Penurunan fungsi ginjal berarti bahwa makanan yang tinggi fosfor perlu dibatasi untuk mengontrol berapa banyak fosfor yang masuk dalam aliran darah. Kadar fosfor yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium, menjadi lemah dan rapuh.

Darah yang memiliki kadar fosfor yang tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi gatal karena tubuh mencoba mengeluarkannya melalui kulit. Obat yang di sebut pengikat fosfat sebenarnya membantu ‘mengikat’ fosfor dalam makanan ketika mereka masih di dalam perut, dan membantu mengeluarkan fosfor dari tubuh melalui kotoran.

POTASSIUM/KALIUM

Potassium berlimpah dalam produk susu sebagaimana dalam makanan lain seperti beberapa jenis buah dan sayur, kacang, coklat dan beberapa pengganti garam. Potassium membantu mengatur detak jantung dan membantu otot berkontraksi. Kadar potassium dalam darah dapat meningkat ketika fungsi ginjal berkurang, dan kemudian dapat menimbulkan masalah pada jantung dan otot.

Obat yang dapat membantu mengikat potassium tidak dipergunakan dalam sehari-hari seperti pengikat fosfor karena pengikat potassium dapat menyebabkan diare dan dehidrasi. Oleh karena itu perlu mengurangi produk susu untuk mengontrol kadar potassium dalam tubuh.

VITAMIN B

Vitamin B adalah sekelompok dari delapan vitamin yang dapat membantu tubuh untuk menghasilkan energi dari makanan yang telah di makan dan menjaga kesehatan sel dan jaringan. Beberapa vitamin B seperti B12, thiamine dan riboflavin berlimpah dalam produk susu. Dalam segelas 8 ons susu mengandung kebutuhan B12 sehari-hari untuk semua golongan usia. Oleh karena itu, perlu membatasi asupan susu dan produk susu lainnya dalam diet, ada defisiensi dari beberapa vitamin B, terutama B12. Supplement vitamin B kompleks biasanya diresepkan oleh dokter ginjal untuk membantu mengganti vitamin B bagi mereka yang harus mengurangi produk susu karena disfungsi ginjal.

Sangat mudah untuk melihat bahwa, walaupun produk susu memiliki banyak nutrisi bagi tubuh, namun beberapa jenis nutrisi haruslah dibatasi secara sengaja, dan pada saat yang bersamaan kita juga kehilangan beberapa nutrisi penting lainnya secara tidak sengaja. Ahli spesialis nutrisi ginjal sangat membantu dalam merancang sebuah diet yang sehat dan seimbang dalam segala aspek bagi penderita penyakit (gagal) ginjal.

 

Reference:

Linda Ulerich,RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *