Masa – Masa Sulit Pasca Transplatasi Ginjal

23 Maret 2016

Saatnya meninggalkan ruang perawatan khusus transplantasi ginjal dengan nilai hasil uji klinis laboratorium yang “good progress”, dimana fungsi ginjal yaitu kreatinin=1,6 dan ureum=70.
“Oke Tony, hasilnya baik, bisa dilanjutkan perawatan dirumah, sekarang sudah bisa pulang ya”, dengan mantabnya Prof. ENDANG mengatakan demikian. Beliau adalah ketua tim transplantasi ginjal RSCM.

Mendengar hal tersebut, saya pun begitu senangnya. Rasanya diruang khusus seperti dipenjara, pengunjung terbatas, terisolasi dengan dunia luar. “Dan saatnya bebas!!”, teriakku……

25 Maret 2016

Setiba dirumah dan menjalani perawatan, saya merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuh. Maklumlah, selama hampir 7 tahun cuci darah, saya adalah orang yang over sensitif terhadap tubuh dan bisa merasakan ada hal yang tidak beres disini.

Selama 3 hari saya merasakan perut penuh, selera makan berkurang, gampang kenyang, mudah lelah sampai mual. Akhirnya jumat sore saya putuskan untuk berangkat ke IGD RSCM Kencana atas inisitif sendiri. Semakin cepat, semakin baik. Dengan menunda akan memperburuk keadaan.

Di IGD saya di lakukan Rontgen Abdomen, USG Abdomen dan Uji Klinis elektrolit darah dalam tubuh. Setelah itu diberi obat injeksi lambung. “Hasilnya baik dan tidak ada kelainan, cuma banyak angin di rongga perut, dan sedikit air di efusi paru. Itu bukanlah masalah berat, dan bisa pulang ya”, kata dokter IGD sesuai arahan Prof Endang melalui report by phone.

Saya pun memutuskan untuk pulang ke rumah, karena semakin lama di RS akan membuat saya terinfeksi virus baru.

26 Maret 2016

Pagi hari jam 6 saya pergi ke laboratorium PRODIA, untuk memeriksakan fungsi ginjal yang baru serta kadar tacrolimus dalam darah. Karena senin tanggal 28 Maret 2016 saya harus konsultasi dengan Prof.

Hari itu terasa amat berat bagi saya, karena kondisi fisik mulai lemah, jalan 3 langkah pun capeknya luar biasa, ditambah batuk dan agak sesak napas. Jika bernapas, paru-paru sudah berbunyi, dan ini pasti cairan! Saya coba bertahan sampai ketemu hari senin pagi. Minggu malam saya pun tidur harus duduk, karena kalau berbaring saya sesak napas. Oksigen pun terpasang selama 24 jam penuh.
“Haduh……….beratnya paska transplantasi ini”, ungkapku dalam hati.

Jujur saja, selama HD hampir 7 tahun saya hampir tidak pernah sesak, tidak lebih dari sebelah jari tangan saya. Saya selalu kontrol air yang masuk.

28 Maret 2016

Paginya kita pergi ke laboratorium PRODIA untuk mengambil hasil sebelum menuju RSCM Kencana. Selama di mobil, oksigen pun tidak pernah lepas, sangat-sangat menyakitkan!

Begitu hasil laboratorium ditangan, langsung saya analisis sendiri. WOW…….kreatinin up to 4,3 dan ureum up to 160 hanya dalam jangka waktu 3 hari dirumah. Saya lipat hasil laboratorium, saya kembali tidur sambil mikir keras! “Ini pasti hyper acute rejection or acute rejection! Siap-siap bakal rawat inap lagi” keluhku dalam hati. Jangan sampai rejection! Saya harus berusaha mempertahankan ginjal istriku.

Mulai down, panik dan stress menghampiri. Sambil menuju ruang Prof saya pun mengunakan kursi roda, jangankan jalan, bicara saja sesak! Menderitanya……..

Sampai di ruangan, Prof melihat hasil laboratorium dan foto. Dan beliaupun mengatakan “rawat inap dulu ya, semoga bisa membaik dengan rawat inap. Saya akan coba observasi terlebih dahulu, kita berdoa ya. Minumnya dibatasi dulu maksimal 1000ml per 24 jam” ungkap Prof yang sangat humanis.

Susahnya cari kamar perawatan dan harus waiting list, membuat saya harus mengambil keputusan segera, mengingat kondisi fisik yang kurang baik. Akhirnya saya putuskan dirawat di RSCM Kencana saja TANPA JAMINAN BPJS alias biaya PRIBADI, yang harganya permalam 1,5 juta (just only room). Wow…!!!!!

Perasaan down pun menghampiri, rasa takut akan rejection acute sampai merendahkan diri di hadapan Tuhan agar ginjal istri dapat diterima tubuh saya.

Sepanjang malam saya hanya berdoa, “GOD…….Jika Tuhan boleh mempersatukan roh dan daging kami lewat pernikahan dan lalu memperoleh keturunan, tentunya Tuhan juga akan izinkan ginjal istri bersatu didalam tubuh saya” Doaku dalam hati sepanjang malam itu.

Saya pun hanya bisa berharap penuh pada kuasaNYA, apapun keputusan yang Tuhan buat sekalipun itu pahit, saya akan terima dan tetap taat!

TUHAN tidak membuat saya menjadi orang yang sukses, tapi TUHAN ingin menjadikan saya seorang yang taat dihadapanNYA.

Ini sudah hari ke 6 saya di rawat. Targetnya adalah selama 10 hari di lakukan observasi. Obat yang di injection adalah SOLUMEDROL, yaitu Methylprednisolone termasuk jenis obat kortikosteroid atau yang lebih dikenal dengan istilah steroid. Kinerja obat ini adalah menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi gejala peradangan seperti pembengkakan, nyeri, dan ruam. Obat ini dapat digunakan untuk menangani peradangan atau inflamasi dalam berbagai penyakit, misalnya penyakit Crohn, kolitis ulseratif, alergi, artritis reumatoid, asma, serangan multiple sclerosis, serta jenis-jenis kanker tertentu.

Dosis yang diberikan juga berubah dan semakin turun dimana H1-H3 500mg, H4-H5 250mg, H6-H9 125mg.

Pemeriksaan lainnya juga dilakukan yaitu USG DOPPLER untuk melihat pembuluh darah pada ginjal yang baru. Secara umum hasilnya baik, dan tidak ada kerusakan pembuluh darah pada ginjal.

Dan setelah 6 hari dirawat, barulah dilakukan uji klinis laboratorium fungsi ginjal. Dan hasilnya sangat luar biasa, creatinine yang sebelumnya 4,3 TURUN ke 1,2 dan Ureum yang sebelumnya 160 TURUN ke 68.

Besok pagi akan dilakukan uji klinis laboratorium TACROLIMUS dalam darah. Saya berharap hasilnya akan baik.

Terimakasih buat doa dan support keluarga, teman, saudara/i sekalian.

Keep pray for me

RSCM Kencana, 3 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar